Sosok Pahlawan Muda dari Lampug Radin Intan
Robby Malaheksa
23:17:00
(Lampung, 1834 - Lampung, 5 Oktober 1856)
Raden Intan II alias Raden Intan adalah salah satu pahlawan nasional dari provinsi Lampung yang memimpin perlawanan rakyat Lampung ketiika melawan penjajah Belanda . Atas jasa dan pengorbanan nya dalam membela kepentingan rakyat, oleh pemerintah dijadikan sebagai pahlawan nasional , dan dibuatlah monumen di skeitar lokasi makamnya, Raden Intan II sebenarnya putra dari Raden Imba II , sedangkan Raden Imba II adalah putra dari Raden Intan .
Beliau merupakan keturunan darah biru yang bersaudara dengan Kerajaan Banten . Raden Intan termasuk seorang penentang Belanda yang saat itu menjajah negeri kita. Beliay menghendaki adanya kolonbeliaulisme di bumi pertiwi . Beliau dikenal sebagi pemimpin sekaligus Panglima perang yang tak hanya memiliki fisik yang kuat, namun juga pemikiran yang cemerlang.
Berdasarkan penelitian, Raden Intan II gelar Kesuma Ratu masih keturunan Fatahillah yang dikenal sebagai Sunan Gunung Jati dari pernikahannya dengan Putri Sinar Alam, seorang Putri dari Minak Raja Jalan Ratu dari Keratuan Pugung, cikal bakal pemegang kekuasaan di keratuan tersebut.
Raden Intan II adalah Putra tunggal Raden Imba II gelar Kesuma Ratu (1828-1834). Raden Imba II sendiri putra sulung Raden Intan I gelar Dalam Kesuma Ratu IV (1751-1828). Dengan demikian, Raden Intan II cucu dari Raden Intan I.
Raden Intan II berjuang memimpin rakyat daerah Lampung untuk mempertahankan kedaulatan dan keutuhan wilayahnya . Perjuangannya didukung secara luas oleh rakyat daerah lampung dan mendapatkan bantuan dari daerah lain seperti dari Banten
Raden Intan II resmi dinobatkan sebagai Ratu Lampung, pemimpin rakyat untuk memerangi kolonialisme pada usia yang bisa di bilang masih belia, yakni pada usia 16 tahun . Beliau dilantik pada tahun 1850, dan setelahya beliau langsung di hadapkan dengan serangan pihak Belanda beserta ratusan tentaranya di daerah Merambung, tempat Raden Intan menjalankan roda pemerintahan kerajaan , dari beberapa kali serangan yang dilakukan Belanda, pasukan Raden Intan selalu dapat mengandaskan nya.
Serangan demi serangan terus dilancarkan Belanda untuk menghancurkan Lampung dan Radin Intan sebagai Penguasa.Hinga pada tahun 1856 Belanda melakukan serangan besar-besaran dengan mengerahkan 9 kapal perang dan puluhan kapal lain nya, serangan Belanda kala itu di pimpin oleh Kolonel Welson.
Pasukan Radin Intan II mencoba melawan serangan tersebut secara gerilya dan terbukti cukup efektif. Namun, Belanda tak kehabisan akal dan mencoba taktik licik yakni dengan membayar dan memperalat salah seorang pasukan Radin Intan II, untuk mengatur kondisi dimana Belanda bisa menyergap dan mengalahka Radin Intan II, Rencana mereka pun berhasil hingga terjadi pertempuran antara Rdin Intan II melawan beberapa pasukan Belanda , Meskipun telah berusaha sekuat tenaga untuk mnegalahkan Belanda , namun akhirnya Radin Intan II gugur di tangan Belanda karena kalah persenjataan dan kalah jumlah , Beliau wafat pada 5 Oktober 1856 pada usia 22 tahun .
1. Namanya di abadikan sebagai nama sebuah Bandara dan nama perguruan tinggi IAIN di Lampung
2. Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI No.048/TK/1998
3. Namanya di gunakan sebgai nama jalan di pusat kota Lampung
4. Terdapat beberapa Tugu Raden Intan II di beberapa titik di kota Lampung.




